Archive for 05/10/12
Lintasan waktu terus berlalu
Aku tetap dengan rasaku
Walau semua terasa pilu
Namun tetap tersimpan di kalbu
Kebersamaan mungkin kan berahir
Namun sebuah nama tetap terukir
Walau perih pahit dan getir
Mungkin ini garisan takdir
Kau yang dulu singgah
Pernah mengusir rasa gundah
Walau kini hadirkan resah
Namun kau tetap yang terindah
Ku tak menghalangi
Bila kau ingin pergi
Karena tulusku dari hati
Tak memaksamu tuk tetap disini
Kenanganmu kan jadi memory
Aku tetap dengan rasaku
Walau semua terasa pilu
Namun tetap tersimpan di kalbu
Kebersamaan mungkin kan berahir
Namun sebuah nama tetap terukir
Walau perih pahit dan getir
Mungkin ini garisan takdir
Kau yang dulu singgah
Pernah mengusir rasa gundah
Walau kini hadirkan resah
Namun kau tetap yang terindah
Ku tak menghalangi
Bila kau ingin pergi
Karena tulusku dari hati
Tak memaksamu tuk tetap disini
Kenanganmu kan jadi memory
Embun malam nan menyentuh,
Membasahi dedaunan yang keruh,
Menghibur hati yang bergemuruh,
Membangkitkan cinta yang kian luluh,
Ku ingin cinta itu kembali bangkit,
Tak lagi hidup terbelit,
Ku ingin cinta itu kembali tumbuh,
Tak lagi tercampur keruh,
Ku ingin merasakan embun malam,
Menggali cinta yang terpendam,
Menuju esok yang penuh kebahagiaan,
Yang tak lagi kenal kesengsaraan,
Ku igin embun malam membasahiku,
Menghibur hati yang pilu,
Ku ingin kembali hidup,
Di atas cinta yang tak pernah redup,
Membasahi dedaunan yang keruh,
Menghibur hati yang bergemuruh,
Membangkitkan cinta yang kian luluh,
Ku ingin cinta itu kembali bangkit,
Tak lagi hidup terbelit,
Ku ingin cinta itu kembali tumbuh,
Tak lagi tercampur keruh,
Ku ingin merasakan embun malam,
Menggali cinta yang terpendam,
Menuju esok yang penuh kebahagiaan,
Yang tak lagi kenal kesengsaraan,
Ku igin embun malam membasahiku,
Menghibur hati yang pilu,
Ku ingin kembali hidup,
Di atas cinta yang tak pernah redup,
Aku marah dengan diri ini
Benci dengan hati ini
Muak dengan keadaan ini
Ingin kumaki jiwa ini
Apa yang aku cari?
Sulit untuk kupahami
Sungguh ku tak mengerti
Apa yang terjadi dengan diri ini
Mengapa ku tak sadari
Kelemahan diriku ini
Terperangkap ego diri
Menguasai pikiran dan hati
Ingin rasanya mati
Bila Tuhan tak melarang ini
Tak kuat ku menahan diri
Memuncak emosi jiwa ini
Harus bagaimanah aku ini
Aku terlelap dalam mimpi
Hingga aku tak mampu bangun lagi
Kenyataan aku singkiri
Igauan ku terus jalani
Ingin terlepas beban ini
Sadari kenyataan hidup ini
Terbangun dari mimpi
Pahami keadaan diri
Melangkah di jalan yang
Benci dengan hati ini
Muak dengan keadaan ini
Ingin kumaki jiwa ini
Apa yang aku cari?
Sulit untuk kupahami
Sungguh ku tak mengerti
Apa yang terjadi dengan diri ini
Mengapa ku tak sadari
Kelemahan diriku ini
Terperangkap ego diri
Menguasai pikiran dan hati
Ingin rasanya mati
Bila Tuhan tak melarang ini
Tak kuat ku menahan diri
Memuncak emosi jiwa ini
Harus bagaimanah aku ini
Aku terlelap dalam mimpi
Hingga aku tak mampu bangun lagi
Kenyataan aku singkiri
Igauan ku terus jalani
Ingin terlepas beban ini
Sadari kenyataan hidup ini
Terbangun dari mimpi
Pahami keadaan diri
Melangkah di jalan yang
Kau tak tahu kerinduanku
Kau tak pahami hatiku
Tak pula kau sadari cintaku
Tulus dari lubuk kalbu
Bagaimana kau bisa tahu
Sedangkan hanya dia di hatimu
Bagaimana pula kau pedulikanku
Bila dia kau perhatikan selalu
Tak mungkin kau mencintaiku
Tak mungkin kau merindukanku
Tak mungkin pula kau perhatikanku
Bila hanya dia di mata hatimu
Haruskah ku berlari
Menghindari kenyataan ini
Lupakan segala mimpi
Lepaskan cinta di hati
Dapatkah aku tahan
Segala rasa yang kupendamkan
Menutupi kekecewaan
Bertahan dengan senyuman
Kau tak pahami hatiku
Tak pula kau sadari cintaku
Tulus dari lubuk kalbu
Bagaimana kau bisa tahu
Sedangkan hanya dia di hatimu
Bagaimana pula kau pedulikanku
Bila dia kau perhatikan selalu
Tak mungkin kau mencintaiku
Tak mungkin kau merindukanku
Tak mungkin pula kau perhatikanku
Bila hanya dia di mata hatimu
Haruskah ku berlari
Menghindari kenyataan ini
Lupakan segala mimpi
Lepaskan cinta di hati
Dapatkah aku tahan
Segala rasa yang kupendamkan
Menutupi kekecewaan
Bertahan dengan senyuman
Di balik terali besi
Harimu terasa sepi
Tiada sanak famili
Tak ada cinta menemani
Dinginnya tembok tinggi
Membelenggu ragamu kini
Jiwa menjerit dalam hati
Tiada satu pun peduli
Nurani berontak
Sanubari berteriak
Jantung cepat berdetak
Raga lemah tak bergerak
Batin terasa lelah
Dirantai resah gelisah
Nafas sesak mendesah
Kapan tiba hari indah?
Di belakang tembok penjara
Nasib seorang narapidana
Menebus segala dosa
Menanggung rindu tiada tara
Ada gelora dalam ragaku
Ada kesedihan dalam hariku
Sesak nafasku teringat kisah itu
Aku berdoa pada Mu TUHAN ku
Asaku hilang ragaku layu
Ku melangkah tanpa tuju
Kuatkan semangat kekasih hatiku
Agar bersinar mataharimu
Tenang mu, meresahkan ku..
Ketegeran mu, meyakinkan ku..
Kesabaran mu, menguris hati kecil ku..
Kejujuran mu, membuka mata hatiku...
Kesanggupan mu, melemahkan langkah kakiku
Ada kesedihan dalam hariku
Sesak nafasku teringat kisah itu
Aku berdoa pada Mu TUHAN ku
Asaku hilang ragaku layu
Ku melangkah tanpa tuju
Kuatkan semangat kekasih hatiku
Agar bersinar mataharimu
Tenang mu, meresahkan ku..
Ketegeran mu, meyakinkan ku..
Kesabaran mu, menguris hati kecil ku..
Kejujuran mu, membuka mata hatiku...
Kesanggupan mu, melemahkan langkah kakiku
Hati siapa tak kan kecewa
Bila cinta telah di dusta
Hati siapa tak terluka
Jika cinta berakhir duka
Malamku tanpa bintang
Gelap terasa menyerang
Rindu pun makin menghadang
Ketika kasih menghilang
Apalah mau dikata
Ku tanam melati di jiwa
Tumbuh ilalang di sukma
Sungguh tak pernah ku sangka
Kau pergi tinggalkan diriku
Kau berpaling dari cintaku
Kini ku sendiri tanpamu
Perih menanggung luka cintaku
Bila cinta telah di dusta
Hati siapa tak terluka
Jika cinta berakhir duka
Malamku tanpa bintang
Gelap terasa menyerang
Rindu pun makin menghadang
Ketika kasih menghilang
Apalah mau dikata
Ku tanam melati di jiwa
Tumbuh ilalang di sukma
Sungguh tak pernah ku sangka
Kau pergi tinggalkan diriku
Kau berpaling dari cintaku
Kini ku sendiri tanpamu
Perih menanggung luka cintaku
Aku terpandang kau jauh disitu
Alangkah indah mata memandangmu
Inginku gapai dan ku dekap slalu
Tapi tak mungkin itu akan berlaku
Kau tersenyum memandangku
Dengan warna indah kemilaumu
Makin dekatku hampiri
Semakin jauh kau menghindari
Hampa diriku rasa kini
Pelangi hati menjauhkan diri
Ku berteriak sekuat hati
Kembalilah padaku pelangi hati
Dengan kecewa aku memandang
Jiwa terasa diterjang terjang
Pelangi hati yang aku sayang
Kini hilang jauh dari pandang
Alangkah indah mata memandangmu
Inginku gapai dan ku dekap slalu
Tapi tak mungkin itu akan berlaku
Kau tersenyum memandangku
Dengan warna indah kemilaumu
Makin dekatku hampiri
Semakin jauh kau menghindari
Hampa diriku rasa kini
Pelangi hati menjauhkan diri
Ku berteriak sekuat hati
Kembalilah padaku pelangi hati
Dengan kecewa aku memandang
Jiwa terasa diterjang terjang
Pelangi hati yang aku sayang
Kini hilang jauh dari pandang
Walau telah lama kita tak bersama..
Namun tak pernah ku lupa..
Akan perjanjian Cinta kita..
Di saat malam Bulan Purnama..
Memayungi langkah kita berdua..
Untuk memadu perjalanan Cinta..
Cintamu tetap indah terukir di hatiku..
Membuatku sukar tuk melupakanmu..
Sungguh tak percaya dengan semua ini..
Namun apalah daya yang terjadi..
Janji kini tinggallah janji..
Yang tak dapat kau penuhi..
Namun tak pernah ku lupa..
Akan perjanjian Cinta kita..
Di saat malam Bulan Purnama..
Memayungi langkah kita berdua..
Untuk memadu perjalanan Cinta..
Cintamu tetap indah terukir di hatiku..
Membuatku sukar tuk melupakanmu..
Sungguh tak percaya dengan semua ini..
Namun apalah daya yang terjadi..
Janji kini tinggallah janji..
Yang tak dapat kau penuhi..
Bila malam menjelang
Rindu pun kian datang
Seraut wajah kembali terkenang
Menjelma lamunan dalam bayang
Tersenyum di balik rembulan
Melambai di antara awan
Indah menemani bintang
Tertunduk malu membelakang
Tak mampu ku petik rembulan
Yang bersinar menawan
Rembulan cintaku tertutup awan
Hanya mampu meraih dalam pandangan
Dirimu tak mampu ku miliki
Ada dia penjaga hati
Tak mungkin merengkuhmu
Menyatukan rasa cintaku
Biarlah hanya merindu
Memandang dan mengenangmu
Bahagia doaku untukmu
Menguntai tulus dari hatiku
Rindu pun kian datang
Seraut wajah kembali terkenang
Menjelma lamunan dalam bayang
Tersenyum di balik rembulan
Melambai di antara awan
Indah menemani bintang
Tertunduk malu membelakang
Tak mampu ku petik rembulan
Yang bersinar menawan
Rembulan cintaku tertutup awan
Hanya mampu meraih dalam pandangan
Dirimu tak mampu ku miliki
Ada dia penjaga hati
Tak mungkin merengkuhmu
Menyatukan rasa cintaku
Biarlah hanya merindu
Memandang dan mengenangmu
Bahagia doaku untukmu
Menguntai tulus dari hatiku
Diberdayakan oleh Blogger.

